World Philosphy Day by UNESCO

December 1, 2010 at 2:13 am | Posted in Seminar-seminar | Leave a comment

Bismihi Ta’al

Dear all researchers of ACRoSS

Salam

Sebagaimana yang dimaklumi, saya baru saja turut serta dalam Kongres Hari Filsafat Dunia, World Philosophy Day 2010 di Tehran (21-24 Nov). Sejak tahun 2005, World Philosophy Day (WPD) setiap tahun diselenggarakan oleh UNESCO dalam upaya memperkenalkan filsafat  sebagai media dialog antar kebudayaan dan peradaban. Setelah tahun lalu di Rusia, tahun ini diselenggarakan di Tehran – Iran , dengan tema “Philosophy: Theory and Practice”.

Hadir sekitar 100 tamu undangan dari 42 negara seperti China, Korea, Jepang, USA, UK, Hungaria, Rusia, Polandia, Jerman, Perancis, Kanada, Swiss, Italia, Brasil, Nigeria, Libanon, Tunisia, Kenya, Mesir, Maroko, negara2 Asia Tengah, Asia Selatan, dan Asia Tenggara di samping dari Iran sendiri yg paling banyak.

Menurut hemat saya, inisiatif UNESCO menggelar kongres filsafat setiap tahun merupakan sebuah petanda meningkatnya  kesadaran di kalangan pemikir dan pengambil kebijakan dunia bahwa kepelikan problema dunia global hari ini bisa dimengerti lebih baik dengan menerapkan cara berpikir filosofis, yg komprehensif, mendasar dan holistik. Prof. Tu Weiming dalam presentasinya mengemukakan bahwa berfilsafat adalah pintu dialog dan dialog adalah sebuah seni mendengarkan the others (dialogue is an art of listening).

Cukup menarik juga apa yang disampaikan oleh Prof. Reza Davari Ardakani (filsuf senior Iran), dalam sambutan pembukaan, bahwa dulu orang ‘melakukan’ begitu saja dalam menekuni filsafat tanpa terlalu memikirkan urgensi filsafat dalam kehidupan. Sekaranglah saatnya, kita perlu mempertanyakan dan merumuskan urgensi dan manfaat filsafat dalam kehidupan.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Presiden Ahmadinejad yang banyak berbicara tentang isu-isu kemanusiaan.  Sementara Ayatollah Jawad Amoli (ulama filsuf paling senior di Iran sekarang ini bersama Ayatollah Taqi Misbah Yazdi) menyampaikan pesannya yg mengingatkan upaya tiada henti filsafat untuk menggali mata air kearifan dan spiritualitas kemanusiaan kita.

Saya kira itu saja informasi yang bisa saya sampaikan dengan harapan agar ada gunanya bagi rekan2 ACRoSS-ers. Pesan dan harapan saya semoga kalian semua tetap bersemangat dalam menapaki dunia ilmu pengetahuan di mana pun kalian berada dan kepada siapa kalian bekerja. Tidak ada batasan dalam lautan ilmu pengetahuan sebagaimana yg disabdakan Imam ‘Ali: “al-‘ilm la yantaha” (ilmu tak ada tepinya).

Dalam konteks Indonesia , sebagaimana yg sering saya tuturkan kepada rekan2 sekalian, filsafat harus menjadi obor etos keilmuan bagi para pelajar dan generasi muda kita. Umat Islam sudah terlalu lama kehilangan élan vital dan spirit mencintai ilmu pengetahuan; dan filsafat bisa menjadi media untuk melatih nalar dan menggugah nurani kita untuk selalu ‘terpesona oleh realitas’.

Terakhir, saya sertakan juga beberapa foto sebagai ‘penanda-penanda’ yg merekam kegiatan saya di WPD 2010.

Terima kasih.

Salam ‘tetap semangat dalam mencintai ilmu pengetahuan’

Husain Heriyanto

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: