‘Filsafat Islam Perlu Dihidupkan Lagi’

January 13, 2009 at 6:44 am | Posted in Uncategorized | 1 Comment

Republika, Rabu, 07 Januari 2009 pukul 07:58:00

serial-conference-at-uin-mizan-icas-4-5-jan-2009-053JAKARTA — Umat Islam diingatkan untuk menghidupkan kembali filsafat Islam. Inteletual Muslim, Dr Haidar Bagir mengatakan, kehadiran filsafat Islam yang telah ‘mati’ sangat diperlukan kaum Muslimin di era modern ini. Filsafat Islam, tutur dia, dapat memberi manfaat bagi kehidupan umat.

serial-conference-at-uin-mizan-icas-4-5-jan-2009-113”Filsafat Islam bisa mengembalikan makna hidup yang sebenarnya,” ungkap pendiri Islamic College for Advanced Studies (ICAS) itu di sela-sela acara A Set of Conferences Across Java di Jakarta, Selasa (6/1). Presiden Direktur Mizan itu menambahkan, akibat tak mengetahui dan mengenal filsafat Islam, masyarakat Indonesia seakan telah kehilangan pegangan dan makna hidup.

serial-conference-at-uin-mizan-icas-4-5-jan-2009-059Menurut Haidar, filsafat Islam bisa mendorong kaum Muslim benar-benar memahami kompleksitas persoalan pembangunan sistem-sistem kehidupan alternatif. Hanya dengan menguasai isu-isu filosofis mendasar, papar dia, kaum Muslim dapat berpartisipasi dalam upaya mencari sistem-sistem terbaik bagi kepentingan semua orang.

serial-conference-at-uin-mizan-icas-4-5-jan-2009-066“Filsafat juga bisa memberikan kebahagiaan ke dalam kehidupan manusia dan juga meningkatkan keimanan,” tutur Haidar. Menurut dia, filsafat Islam telah luntur karena kurangnya penghargaan terhadap Islam. Padahal, kata Haidar, filsafat Islam lebih kaya cakupannya dibandingkan filsafat Barat.

Haidar mencontohkan, hampir segala hal seperti sains dan alam semua dasarnya ada dalam filsafat Islam. “Filsafat Islam tidak kalah baik dari pada filsafat Barat. Filsafat Islam ini begitu kaya dan luas,” ungkapnya. Ia menegaskan, filsafat Islam berbeda dengan filsafat Barat. Sebab, filasafat Islam berakar dalam metafisika, epistomologi realis-konstruktif dan bersifat teologis.

avicenaPeradaban Islam pernah mencapai masa kejayaan dalam berbagai bidang dibandingkan kebudayaan masyarakat lain. ”Salah satu faktornya, filsafat berkembang dengan subur.” Menurut dia, pada masa keemasannya, peradaban Islam dikembangkan oleh figur-figur ilmuwan yang dikenal sebagai filosof seperti; Jabir Ibnu Hayyan, Al-Biruni, Ibnu Sina, Al-Razi serta Al-Tusi.

osman-bakar-elisabet-shahtouris-036Haidar pun mengutip pernyataan Prof Osman Bakar yang menyatakan mundurnya sains di dunia Islam lantaran dipicu oleh permusuhan terhadap filsafat yang dilakukan negara-negara Muslim. Haidar mengaku prihatin, karena sebagian besar masyarakat Indonesia telah didominasi oleh logika kapitalisme yang mengikuti filsafat Barat.

Menurutnya, ketidaktahuan umat Islam Indonesia terhadap filsafat Islam kemungkinan disebabkan sejarah masuknya Islam. “Saat itu Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-15 M,” ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, Profesor Karim Douglas Crow dari universitas Teknologi Nanyang,serial-conference-at-uin-mizan-icas-4-5-jan-2009-022 Singapura, menegaskan untuk menjadi bagian dari masyarakat global tanpa kehilangan identitas, umat Muslim harus bisa menggali ajaran Islam dan ajaran Nabi. Dengan memahami ajaran Islam dan Rasulullah SAW, kata dia, umat Islam harus bisa menerjemahkan dan mengimplementasikannya dalam kehidupan kontemporer.

Di tempat tepisah, Direktur Institute for The Study Of Islamic Thought and civilization (INSIST), Hamid Fahmy Zarkasyi juga menyatakan perlunya dihidupkan kembali filsafat Islam. Sebab, kata dia, kekuatan ilmu tanpa dilandasi filosofi akan kehilangan nilai seperti nilai moral, ketuhanan, ataupun nilai lainnya. “Untuk itu sangat penting untuk menghidupkan kembali makna filsafat dilingkup cendekiawan Islam,” tegasnya. Menurut Hamid, ilmu akan kehilangan nilai jika tidak digarap dalam ranah filsafat.  (c63)

1 Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. harus dibedakan antara kata ‘filsafat’ dengan kata ‘Islam’ sebab ‘filsafat’ berasal dari konsep sudut pandang manusia (dan karena nya bisa jatuh kepada benar dan jatuh kepada salah’,sedang ‘agama Islam’ adalah konsep sudut pandang Tuhan.yang tak bisa dirubah essensinya oleh manusia.bahkan tidak semua filsafat yang keluar dari pemikiran seorang muslim pun benar sehingga tidak semua yang lahir dari wacana ‘filsafat’ itu benar walau pun dibungkus dengan kemasan ‘islam’.contoh banyak pemikiran filosof ‘muslim’ yang salah bila dilihat dengan kacamata sudut pandang agama..pesan saya adalah apapun yang lahir dari wacana ‘filsafat’ mesti diperiksa diwaspadai sebab ada yang benar dan ada yang salah.jangan pernah mengkultuskan filsafat sebagai ‘kebenaran’ sebab ia keluar dari keserba terbatasan manusia..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: