KEKUATAN SEBUAH TEORI

October 18, 2008 at 6:10 am | Posted in Artikel: Wawasan | 1 Comment

KEKUATAN SEBUAH TEORI

DIBALIK PERISTIWA KEMERDEKAAN RI — 17 AGUSTUS 1945

(C) 2006—2008 — EE ONE S

BAGIAN PERTAMA

Quote:

Apa pun kata orang atau alasannya, secara implikasi logis kausalitas atau hukum sebab-akibat, seandainya tak ada Albert Einstein, Amerika Serikat tidak atau belum berhasil membuat bom nuklir pada 17 Juli 1945, dan Indonesia mungkin tidak atau belum merdeka pada 17 Agustus 1945. Kemerdekaan Indonesia memang adalah Rahmat Tuhan YME, dan Tuhan memberikan jalannya melalui realisasi Teori Khusus Relativatitas Einstein dalam proyek bom nuklir AS yang membumihanguskan dua kota inti di Jepang, Hiroshima dan Nagasaki, pada 6 dan 9 Agustus 1945, sehingga Jepang bertekuklutut terhadap Sekutu, dan Indonesia Merdeka.

Sains tanpa agama adalah pincang, dan agama tanpa sains adalah buta.

Science without religion is lame, and religion without science is blind.


ALBERT EINSTEIN (1879–1955)
fisikawan dan kosmologiwan

ALBERT EINSTEIN DAN KEMERDEKAAN INDONESIA

Prof. Dr. Albert Einstein (14-03-1879 — 18-05-1955), ahli fisika keturunan Yahudi, kelahiran Ulm, Jerman Selatan. Ketika kaum Nazi berkuasa, pada 1930 ia memilih untuk memenuhi undangan untuk menjadi dosen di Princeton, Amerika Serikat, ketimbang bekerja untuk Hitler.

Albert Einstein adalah pencetus Teori Relativitas | Kenisbian (the Theory of Relativity), yang telah mengubah dunia klasik ke modern. Teori Relativitas Khusus (the Special Theory of Relativity, 1905) yang sangat terkenal dengan formula E=m.c^2 (Energy = Mass of Matter x power of two of constant velocity of light in vacuo), dan Teori Relativitas Umum (the General Theory of Relativity, 1917) tentang interaksi semesta.

Ketika pecah Perang Dunia II, pada 2 Agustus 1939, ia menulis surat kepada presiden AS ke32 yang terpilih 3X waktu itu (1933-1945), Franklin Delano Roosevelt (1882-1945), menyatakan kekhawatirannya bahwa Hitler kemungkinan besar akan merealisasi Teori Relativitas temuannya, untuk mengembangkan senjata nuklir, memenangkan perang dan menguasai dunia.

Presiden Roosevelt mengantipisasi kemungkinan ini dan memutuskan untuk melakukan pengembangan tenaga nuklir untuk persejataan perang. Pada 1942, jenderal Leslie R. Groves ditugaskan untuk bertanggungjawab atas proyek senjata nuklir yang disebut ‘Manhattan Project’, pada lokasi yang sekarang terkenal sebagai ‘Manhattan District of the Army Corps of Scientists and Engineers.

Proyek ini membuahkan sejenis bom baru, yaitu bom fisi-fusi (fission-fusion), dimana satu bom nuklir (nuclear bomb) ditempatkan dalam satu bom atomik (atomic bomb), karena bom nuklir hanya bisa diledakan melalui panas ledakan bom atomik. Perlu diketahui bahwa energi fusi ledakan bom nuklir bisa ribuan hingga jutaan kali lebih dahsyat daripada energi fisi ledakan bom atomik.

Konsep dasar cara energi dihasilkan, membedakan bom nuklir dan bom atomik. Bom nuklir adalah bom fusi nuklir panas (thermal fussion), dimana energi dihasilkannya diperoleh dari pengubahan masa materi sebagai akibat dari penggabungan paksa inti atom pada tekanan dan suhu panas ekstrim tinggi yang terjadi ketika berlangsung ledakan bom atomik. Sedangkan bom atomik adalah bom fisi, dimana energi panas dihasilkannya diperoleh dari pengubahan masa materi sebagai akibat dari pemisahan inti atom pada tekanan tinggi yang dihasilkan dari denotator yang meledak pada benturan keras pada kecepatan tinggi yang terjadi ketika bom atomik diluncurkan dan menabrak sasaran.

Pada jam 15:30 AM, 16 Juli 1945, dilakukan uji-coba pertama bom nuklir pertama di pangkalan udara Alamogardo, New Mex, yang dikenal sebagai ‘Trinity Explosion’. Dengan suksesnya proyek ini, AS mengambil keputusan untuk segera menggunakannya dalam Perang Dunia II. Pada akhrir Juli, berhasil dibuat dua buah bom nuklir-atomik berkekuatan 20 KiloTon yang setara dengan kekuatan 20.000 ton TNT [ TriNitroToluene: C6H2(CH3)(NO2)3 ]. 1 ton TNT setara 1 milyar (1.000.000.000) kalori energi.

Pada jam 15:30 AM, 16 Juli 1945, dilakukan uji-coba pertama bom nuklir pertama di pangkalan udara Alamogardo, New Mex, yang dikenal sebagai ‘Trinity Explosion’. Dengan suksesnya proyek ini, AS mengambil keputusan untuk segera menggunakannya dalam Perang Dunia II. Pada akhir Juli, berhasil dibuat dua buah bom nuklir-atomik berkekuatan 20 KiloTon yang setara dengan kekuatan 20.000 ton TNT [ TriNitroToluene: C6H2(CH3)(NO2)3 ]. 1 ton TNT setara 1 milyar (1.000.000.000) kalori energi.

Pada 6 dan 9 Agustus 1945, dua bom nuklir-atomik ini dijatuhkan pesawat bomber AS, masing-masing di Hiroshima dan Nagasaki, dan membumihanguskan seluruh pertahanan Jepang, yang membuat Jepang terpaksa bertekuk lutut pada Sekutu. Invasi Jepang di Indonesia pun lumpuh. Perang Dunia Berakhir pada 14 Agustus 1945, demikian juga penjajahan Jepang di Indonesia. Dan Indonesia pun memproklamirkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Apa pun kata orang atau alasannya, secara implikasi logis kausalitas atau hukum sebab-akibat, seandainya tak ada Einstein, Amerika tidak atau belum berhasil membuat bom nuklir pada 17 Juli 1945, dan Indonesia mungkin tidak atau belum merdeka pada 17 Agustus 1945. Kemerdekaan Indonesia memang adalah Rahmat Tuhan YME, dan Tuhan memberikan jalannya melalui realisasi Teori Relativatitas Einstein dalam proyek bom nuklir AS.

Einstein secara bathin terpukul keras, ia salah memprediksi keberhasilan Jerman, karena Jerman menyerah pada Mei 1945, sebelum Jerman atau pun Sekutu berhasil membuat bom nuklir. Sementara itu presiden Roosevelt telah meninggal karena depresi berat sebulan sebelumnya, dan digantikan oleh presiden Harry S. Truman, yang bersikeras tetap memerintahkan pemboman nuklir di Jepang.

Einstein sangat berduka atas realisasi teorinya yang telah digunakan AS untuk peperangan, karena ia sangat menyintai perdamaian dan kemanusiaan. Ia adalah pendukung gerakan humatarian yang dilakukan Zionisme pada masa itu. Bertahuntahun ia telah memupuk teorinya, tapi bertahuntahun pula ia menyesali dirinya menjelang akhir hidupnya. Pada 1952, Einstein menolak keras ketika ia dicalonkan untuk jadi presiden Israel atas undangan David Ben-Gurion, untuk menggantikan Dr. Chaim Weizmann. Sepuluh tahun kemudian setelah peristiwa Hiroshima – Nagasaki, ia meninggal di Princeton, AS, dengan duka sangat teramat dalam yang meyalib jiwanya.

Kita sebagai bangsa Indonesia, dalam rangka memperingati kemerdekaan, patut mengenang jasa Einstein, karena ia punya andil dalam merdekanya Republik ini, terlepas dari dia seorang Zionis Yahudi atau bukan!

MEMAHAMI TEORI RELATIVITAS

Penjelasan ilmiah populer sederhana teori relativitas adalah sebagai berikut:

Alam fisik, jagatraya atau semesta (universe) dan seluruh isinya memiliki besaran dan ukuran matematik dan fisik, dimana relasi dan interaksi antara segala sesuatu terkandung didalamnya bisa dinyatakan secara matematik dan fisik, dalam bentuk khusus|spesifik atau pun umum|generik.

Demikian juga teori relativitas terbagi dua atas: teori relativitas khusus (special theory of relativity) (1905–1907) untuk rangkum terbatas dan teori relativitas umum (general theory of relativity) (1916–1918) untuk rangkum universal.

Dimensi ruang: panjang, luas, dan isi dan dimensi waktu adalah besaran-besaran fisik yang relativ|nisbi, bisa memelar dan mengerut seperti karet, tergantung pada kerangka–acuan mana (reference–frame) mana ia diukur, dan perubahannya dalam teori relativitas dapat diukur menggunakan formula matematis dilasi ruang dan dilasi waktu: Fizgerard–Lorentz space–time dilation | dilatation.

Waktu yang dialami seseorang yang tinggal di Bumi dan yang bergerak dengan kecepatan tinggi mendekati kecepatan cahaya di angkasa adalah berbeda, dimana seribu tahun di Bumi bisa setara sehari di angkasa. Sedemikian sehingga seandainya kita hari ini berangkat ke angkasa dengan pesawat antariksa secepat kilat, ketika kemudian besok kita kembali, ternyata manusia di Bumi telah mengalami perubahan generasi beberapa millenium.

Penggabungan tiga koordinat dimensi ruang (panjang, lebar, tinggi | dalam) dan satu koordinat dimensi waktu, membentuk satu kesinambungan ruang–waktu empat-dimensi (four-dimensional space–time continuum), dimana bisa dilakukan transformasi koordinat secara matematik dan fisik (space–time coordinates transformation), yang memungkinkan kita berpindah dari satu ruang–waktu ke ruang–waktu lain secara utuh.

Jika kita bisa bergerak kekiri–kekanan, atau naik–turun, atau maju–mundur dalam satu dimensi ruang, ada kemungkinan kita juga bisa maju-mundur dalam satu dimensi waktu. Secara teoritis ideal kita bisa pergi ke masa telah lampau atau ke masa akan datang (negative–positive motion in time).

Konsep bergerak maju–mundur dalam waktu ini mengilhami kemungkinan dibuatnya mesin-waktu (time-machine) untuk melakukan petualangan antar-waktu, dan H.G. Wells dengan kisah fiksi “The Time Machine”.

Problemnya, secara alami, kita manusia adalah pejalan-ruang (space-traveler) yang bisa bebas bergerak dalam ruang, tapi hanya bisa maju dalam waktu; bukan pejalan-waktu (time-traveler) yang bisa bebas bergerak dalam waktu, sementara maju dalam ruang.

Namun ada satu peluang, bahwa kita hidup dalam semesta yang mungkin memiliki karakteristik dimensi seperti Bumi, yaitu terhingga tapi tak-terbatas (finite but unbounded), dimana kita bisa pergi hanya sebatas bulatan (globe) tapi bisa pergi kemana saja pada permukaannya tanpa halangan fisik karena bentuknya yang bundar (globular, spherical).

Di alam nyata, kita tak pernah berada pada ‘tempat dan waktu sama’, karena tiap saat kita berpindah dalam koordinat kesinambungan ruang-waktu, karena jagataraya kita memuai (expansion of the universe).

Pemuaian semesta ini secara fisik dapat dideteksi dari rekaman pergeseran merah (red shift) efek Dopler dari spektrum cahaya benda-benda angkasa seperti galaksi | gugus-bintang, bintang, dan lainnya.

Namun, tiap ruang-waktu yang telah kita lalui, akan tetap menyimpan rekaman kejadian, data dan informasi, kronologi dan sejarah, tentang apa saja yang telah terjadi pada ruang dan waktu tertentu. Barangkali ini satu cara Alláh merekam tentang apa saja yang telah kita kerjakan atau perbuat.

Karena tiap saat kita berpindah dalam koordinat kesinambungan ruang-waktu, di alam nyata, kita tak pernah berada pada ‘tempat dan waktu sama‘.

Jadi kalau ada pembawa acara, MC, protokol, penyiar radio atau televisi yang mengatakan: “sampai berjumpa kembali pada tempat dan waktu yang sama” adalah satu kekeliruan dan kebohongan besar!

PHOTON DAN TACHYOON | BARQUN

Kecepatan cahaya dalam ruang hampa, relativ konstan, tetap atau tak berubah, dan secara dasar, tanpa pengaruh luar, adalah seragam (uniform) dimana pun di jagatraya [Michelson-Moreley experiment], dan secara asumsiv adalah kecepatan maksimum dapat dicapai dalam bentuk materi dapat dideteksi dalam rangkum validasi Teori Relativitas.

Tapi tidak berarti bahwa tak ada materi yang bergerak lebih cepat dari ‘photon’ (foton, foto, cahaya), karena kemudian dikenal sejenis partikel hipotetis yang disebut ‘tachyoon’ (barqun, buraqun, kilat), yang eksistensi hanya bisa dideteksi diatas kecepatan cahaya, tapi justeru lenyap dibawah kecepatan cahaya [Gerald Feinberg’s theory of tachyoon — complementary theory of Einstein’s relativity].

Konsep ini mengilhami, didalam film fiksi ilmu, dibuatnya kapal antariksa antar-galaktik dengan kecepatan jutaan kali kecepatan cahaya, seperti ‘the US StarShip’ dalam ‘StarTrek’, dan lainnya.

TEORI MEDAN TERPADU

Di alam nyata, ternyata garis lurus (straight line) dan bidang datar (flat plane) hanyalah bentuk pecahan kecil sekali (discrete finitesimal), karena dalam kenyataannya yang ada adalah garis lengkung (curved line) dan bidang lengkung (curved plane), karena adanya kelengkungan ruang (curvature of space) sebagai dampak keberadaan interaksi gravitasi atau gaya tarik-tolak alami materi netral.

Di alam, ada lima gaya interaksi universal (tarik–tolak semesta) yang saling berkaitan satu dengan yang lain, yang mengendalikan seluruh aktivitas dan dinamika jagatraya. Semuanya adalah satu hal sama dalam wujud berbeda, yang efeknyanya berlaku tergantung ukuran skala jarak.

Masing-masing, berurutan dari skala besar | jarak jauh ke skala kecil | jarak dekat, yaitu: berat (gravitasional interaction), listrik–magnit (electromagnetic interaction), lemah atomik (atomic weak interaction) dan kuat nuklir (nuclear strong interaction). Lima interaksi ini identik, alias serupa tapi tak sama, tapi ‘they have something in common’.

Relasi lima interaksi ini secara matematik dan fisik dirangkum dalam teori medan terpadu (unified field theory) dan teori terpadu agung (grand unifield theory).

BAGIAN KEDUA


KESIMPULAN TEORI KHUSUS RELATIVITAS

KECEPATAN MUTLAK ABSOLUT CAHAYA DI ANGKASA HAMPA
c = constant

c, konstanta kecepatan cahaya dalam ruang hampa, 2,997.925 x 10^8 m/s.

DILATASI DIMENSI RUANG—WAKTU
R = [ 1 – v^2/c^2 ]^½

R, faktor relativistik.
v, velositas | kecepatan gerak materi, dalam m/s.

DUALITAS EKSISTENSI ENERGI—MATERI
E = m . c^2

E, kuantitas energi dalam Joule atau kg.m^2/s^2.
m, masa materi dalam kg.

Kecepatan cahaya dalam ruang hampa di seluruh semesta adalah mutlak dan seragam (absolute and uniform) dan adalah kecepatan fisik maksimum bisa dicapai.

Suatu materi yang bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya akan mengalami pengerutan ruang (space contraction) dan penguluran waktu (time dilation) dan juga pemuaian masa (mass expansion).

Energi dan materi adalah satu hal sama dalam wujud berbeda. Dalam satu sistem tertutup, energi dan materi adalah konservativ, tak dapat diciptakan atau dimusnahkan Jika suatu kuantitas materi lenyap maka sebagai gantinya akan muncul energi dengan kuantitas setara, dan sebaliknya, sehingga annihilisasi materi setara materialisasi energi. Cahaya adalah dualitas energi–materi, memiliki dua-sifat, berlaku sebagai gelombang energi dan juga sebagai partikel materi: photon.

RENUNGAN

Pikiran manusia tak mampu merengkuh sang semesta. Kita seperti seorang anak kecil yang sedang memasuki satu perpustakaan raksasa. Dindingnya diliputi hingga ke langit-langit dengan buku-buku dalam banyak logat-logat berbeda. Si anak tahu bahwa seseorang tentu telah menulis buku-buku ini. Tapi tak diketahui siapa dan bagaimana. Tak dimengerti bahasa-bahasa dalam mana mereka ditulis. Tapi si anak mencatat suatu rencana teratur dalam susunan buku-buku itu, suatu tatanan rahasia yang tak dipahami, tapi hanya diduga secara dangkal.


ALBERT EINSTEIN (1879-1955)
fisikawan dan kosmologiwan

_________________

SALAM PENUNGGANG GURUH

SILVER THUNDER RIDER – KOSTER 115 | 8-002
SUZUKI THUNDER 512 2006 B 6941 EEW
commuter – cruiser – tourer – sporter
Bogor – Parung – Sawangan – Depok – Jakarta pp

contact:
088-8872-8949, 081-2991-3951, 0251-8611-593.
thunder@inmail24.com, rider@suzuki-thunder.com

Terakhir diubah oleh tanggal Tue 13 Nov 2007, 16:58, total 1 kali diubah

Kembali Ke Atas Go down

Lihat profil userKirim pesan pribadiKunjungi situs pengirimYahoo ID
<!–if ( navigator.userAgent.toLowerCase().indexOf(‘mozilla’) != -1 && navigator.userAgent.indexOf(‘5.’) == -1 && navigator.userAgent.indexOf(‘6.’) == -1 ) {document.write(”);} else {document.write(‘</td><td>&nbsp;</td><td valign=”top” nowrap=”nowrap”><div style=”position:relative”><div style=”position:absolute”></div><div style=”position:absolute;left:3px;top:-1px”></div></div>’);}//–>

Thunder Rider
Bung Momode Koster
Bung Momode Koster

MaleCapricornTiger
Age : 45
Sejak : 19 Jun 2007
Post : 6423
Lokasi : Bogor.Parung | Depok.Sawangan
Status : 1I2A
Thunder Anda? 125 / 250? : Silver 512 KB 2006
Nomor HP : 088-8872-8949
Hobby : 1001
NRA Koster : 115
Korwil Koster : Parung
Kata Mutiara : Tiap Pribadi adalah Unik
Reputasi Anda :
100/100100/100100/100(100/100)

PostSubyek: Re: DIBALIK KEMERDEKAAN RI – 17 AGUSTUS 1945 Sat 25 Aug 2007, 17:42

Balas dengan kutipanReport post to moderator or adminLock post for new reports


PERLU DIGARISBAWAHI BAHWA …

EE ONE S wrote:

Di alam nyata, kita tak pernah berada pada ‘tempat dan waktu sama’, karena tiap saat kita berpindah dalam koordinat kesinambungan ruang-waktu, karena jagataraya kita memuai (expansion of the universe).

Pemuaian semesta ini secara fisik dapat dideteksi dari rekaman pergeseran merah (red shift) efek Dopler dari spektrum cahaya benda-benda angkasa seperti galaksi | gugus-bintang, bintang, dan lainnya.

Namun, tiap ruang-waktu yang telah kita lalui, akan tetap menyimpan rekaman kejadian, data dan informasi, kronologi dan sejarah, tentang apa saja yang telah terjadi pada ruang dan waktu tertentu. Barangkali ini satu cara Alláh merekam tentang apa saja yang telah kita kerjakan atau perbuat.

_________________

SALAM PENUNGGANG GURUH

SILVER THUNDER RIDER – KOSTER 115 | 8-002
SUZUKI THUNDER 512 2006 B 6941 EEW
commuter – cruiser – tourer – sporter
Bogor – Parung – Sawangan – Depok – Jakarta pp

contact:
088-8872-8949, 081-2991-3951, 0251-8611-593.
thunder@inmail24.com, rider@suzuki-thunder.com

1 Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Teori Relativitas pada ujungnya bermuara pada lahirnya ‘kacamata sudut pandang manusia yang melihat-mengukur dan menilai segala suatu yang ada dalam realitas dari kacamata sudut pandang teori relativitas’,sebagaimana juga teori fisika quantum juga melahirkan hal yang sama yaitu ‘kacamata sudut pandang yang melihat segala suatu yang ada dan terjadi dalam realitas dari kacamata sudut pandang teori quantum’.dan mungkin suatu saat akan lahir teori baru yang berbeda yang juga melahirkan kacamata sudut pandang yang berbeda,dimana kecenderungan pemahamannya adalah yang satu seolah dilahirkan untuk ‘menghancurkan’ yang lain.
    Kecenderungan manusia adalah lebih suka mengikuti kacamata sudut pandang yang berbeda beda yang lahir dari kacamata sudut pandang manusia yang terbatas.
    Yang berbahaya adalah bila konsep kebenaran mutklak Ilahi yang bersifat hakiki ( tidak bisa berubah ) dilupakan karena kecenderungan mengikuti sudut pandang manusia,misal : Tuhan telah menetapkan bahwa alam semesta adalah tatanan yang tertata secara sistematis sebagaimana telah di deskripsikan oleh hukum Newton,tapi bukankah hukum Newton kemudian digugat oleh fisika Quantum sehingga apakah konsep alam semesta yang oleh kitab suci harus difahami sebagai tatanan yang tertata harus dilenyapkan demi untuk mengikuti ‘kebenaran’ versi sudut pandang manusia (?).
    Yang lebih berbahaya adalah menjadikan kacamata sudut pandang manusia yang lahir dari sains itu sebagai parameter untuk mengukur segala suatu,sehingga pandangan manusia terhadap segala suatu termasuk terhadap agama menjadi berubah ubah mengikuti kacamata sudut pandang yang ditemukan oleh manusia,sehingga manusia kehilangan orientasi pegangan dan kehilangan pengertian terhadap apa yang disebut sebagai ‘konsep kebenaran yang bersifat hakiki’ yang menjadi konstruksi dasar kebenaran agama.
    Sains melahirkan berbagai ‘kacamata sudut pandang’ tapi itu sebenarnya cara manusia melihat realitas dari berbagai sisi yang berbeda beda,dan mesti diingat dengan cara apapun sains tidak akan bisa menangkap serta mendeskripsikan keseluruhan,yang bisa melihat realitas secara utuh dan menyeluruh hanya yang maha Tahu itulah sebab hanya Tuhan yang bisa mengkonsep ‘kebenaran yang bersifat mutlak’.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: