Masalah Lingkungan di Dunia Islam Kontemporer: Pandangan Seyyed Hosein Nasr

July 19, 2008 at 4:42 am | Posted in Artikel: Wawasan | Leave a comment

SEYYED HOSSEIN NASR:

(Makalah dipresentasikan oleh E. Sri Mulyati dalam Diskusi ACRoSS “Menanam Sebelum Kiamat”)

Permasalahan Pokok

Pemerintah dan masyarakat dunia Islam, di mana pun berada, merasakan keprihatinan mendalam dan memberi perhatian besar atas berbagai macam masalah yang ada saat ini. Namun, ada hal lain yang tak kalah penting, di luar dimensi kehidupan spiritual dan religius, yang pantas mendapatkan perhatian saat ini, yaitu isu mengenai krisis lingkungan. Krisis tersebut meliputi seluruh sistem ekologi alami di bumi, termasuk hal-hal yang berkaitan dengan manusia; seperti udara yang kita hirup, makanan yang kita makan, air yang kita minum. Termasuk sistem organ di dalam tubuh kita.

Keprihatinan Nasr atas isu krisis lingkungan di mulai saat ia menjadi mahasiswa di massachusets institute of technology dan University of Harvard. Pada masa itu, ia senantiasa merasakan ketertarikan dengan alam sekitar, ia biasa berjalan seorang diri di alam, seperti di Thoreau, di sekitar Wolden Pond, saat alam di daerah tersebut masih terjaga dengan baik. Saat terjadi konstruksi rute 128 di sekitar Boston, area jalan dengan daerah pedesaan yang masih asri menjadi terpisah, menyebabkan perubahan ekologis pada daerah tersebut, yang akhirnya menyadarkan Nasr akan kenyataan bahwa ada kesalahan mendasar yang terjadi atas hubungan manusia dengan alam. Berdasarkan pengalaman dan proses pembelajaran ilmu modern serta pengetahuan tradisisonal keagamaan mengenai alam, ia menduga bahwa faktor yang menjadi penyebab utama krisis lingkungan adalah masalah spiritual. Nasr menyaksikan industri modern saat ini semakin tak berarah, ibarat penyakit kanker pada manusia, yang pada akhirnya semakin merusak keharmonisan dan keseimbangan alam, bahkan menyebabkan kematian.

Sekembalinya Nasr dari Iran pada tahun 1958, ia mengambil semua kesempatan untuk berbicara mengenai krisis lingkungan. Pada tahun 1966, Nasr membawakan seri kuliah Rockefeller pada sekolah agama universitas Chicago bertemakan pertemuan manusia dengan alam dan krisis spiritual dunia modern, yang memeberikan suatu gambaran mengenai krisis lingkungan dan hubungannya dengan masalah spiritual. Meskipun buku Nasr yang berjudul man and nature (manusia dan alam) yang berisi teks kuliah telah di terbitkan pada tahun 1968 dan telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa Eropa, baru beberapa tahun belakangan saja buku tersebut di terjemahkan ke dalam bahasa Persia, bahkan hingga kini, buku tersebut belum pernah di terjemahkan ke dalam bahasa Arab. Meskipun usaha Nasr dan beberapa teman Muslimnya (yang saat ini mendalami krisis lingkungan) telah di mulai sejak tahun 1970, tidak ada sambutan dari manapun juga atas masalah tersebut. Bahkan sikap apatis dalam mencari solusi yang berdasarkan prinsip islam untuk memecahkan krisis tersebut berlanjut sampai tahun 1980 dan 1990-an saat secara bertahap mulai terdengar tanggapan atas isu tersebut baik dari masyarakat umum maupun berbagai institusi pemerintahan. Bahkan suara –suara yang mengungkapkan masalah tersebut sering kali dikemukakan dibanyak situasi penting saat ini, yang mengarah kepada perlindungan terhadap lingkungan.

Lebih jauh lagi, diantara pemuka agama islam yang memiliki pengaruh besar bagi masyarakat umum, hanya segelintir saja yang bangkit dengan suara lantang membela ajaran islam mengenai lingkungan dan mengkritik langkah-langkah institusi pemerintahan dan nonpemerintahan yang dapat membahayakan kesehatan lingkungan.

Meskipun terjadi peningkatan bertahap dalam memahami seriusnya masalah krisis lingkungan di banyak negara Islam, yang di iringi dengan usaha perumusan kembali ajaran islam mengenai lingkungan dalam ilmu hukum maupun ilmu agama dengan bahasa kontemporer, kepedulian atas masalah penting ini masih belum cukup. Demi mencegah aksi kerusakan lingkungan yang biasa di lakukan dengan mengatasnamakan kesejahteraan manusia, yang hasilnya tak lain hanyalah kerusakan alam tanpa di iringi kesejahteraan manusia., dan bahkan hilangnya eksistensi manusia itu sendiri, kita mesti mempertanyakan, mengapa pemerintah atau bahkan sebagian besar ulama yang merupakan wali tradisional islam, tidak mendukung ajaran islam mengenai alam dan lingkungan.

Rintangan dalam merealisasikan dan menerapkan sudut pandang Islam terhadap lingkungan

Jika seseorang mempelajari sudut pandang islam atau hubungan alami manusia dengan lingkungan; ada suatu gambaran keharmonisan kehidupan perkotaan dengan lingkungan yang terdapat dalam peradaban klasik islam.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita mesti melihat faktor utama yang menyebabkan keprihatinan ini. Bukanlah agama islam; yang telah memaparkan berbagai tanggung jawab manusia dan hubungannya dengan alam, akan tetapi ada rintangan luar lainnya yang menghalangi syiar dan penerapan ajaran ini ke dalam kelompok sosial maupun individual yang masih memegang nilai-nilai keagamaan.

1. Krisis lingkungan saat ini secara langsung berkaitan dengan penggunaan teknologi modern dan berbagai aplikasi Sains lainnya.

2. Dalam peradaban manusia saat ini, agenda permasalahan utama sosial dan ekonomi, termasuk penerapan sains dan teknologi diranc ang oleh bangsa Barat sementara bangsa lainnya mencoba dengan usaha terbaik untuk menyediakan jawaban dengan dasar budaya masing-masing.

3. Transformasi besar dibuat menjadi mungkin oleh mereka yang menjadi barisan depan yang dalam bahasa Goethe disebut sebagai “sains faustian”.

4. Pada tingkat yang lebih praktis ada rintangan utama yang berasal dari kegiatan migrasi masyarakat desa ke wilayah perkotaan dalam jumlah besar.

5. Pemerintah dalam dunia islam dihadapkan dalam hal tersebut dan banyak kesulitan sosial dan ekonomi yang tidak semuanya di buat sendiri oleh mereka.

6. Sikap autokratik dan diktator, yang biasa ditemukan di banyak rezim negara islam membuat pergerakan lingkungan yang berdasarkan prinsip islam.

7. Janggal rasanya apabila pergerakan dalam dunia islam yang mencari pembaharuan ajaran islam, yang seringkali berada pada oposisi terhadap kelompok politik telah membutakan ajaran islam mengenai lingkungan.

8. Akhirnya untuk mengatasi rintangan yang ada dalam kelompok islam perlu dilakukan formulasi ulang ajaran islam mengenai dan penerapannya dalam kelompok seluas mungkin.

Adapun menurut Seyyed Hossein Nasr langkah-langkah yang dilakukan dunia Islam kontemporer untuk memperbaiki krisis lingkungan:

1. Bersikap lebih kritis terhadap pandangan para saintis modern yang dianggap bertentangan dengan Islam otentik dan pandangan religious lainnya serta membersihkan mental dunia Islam dari semua kesalahan sains, reduksionisme, materialisme.

2. Memformulasikan dan mengekspresikan pemahaman Islam akan alam lingkungan dan kemanusiaan dengan bahasa yang lebih jelas dan dapat dipahami umat Muslim kontemporer (seperti melalui puisi, khotbah dan sebagainya).

3. Mengalihkan perhatian masyarakat atas isu tertentu dengan mengadakan pelatihan lingkungan, agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dan sekitarnya.

4. Mengadakan kontak dengan masyarakat umum melalui talkshow di radio dan televise misalnya, juga membuat tulisan-tulisan mengenai isu-isu terhadap lingkungan.

5. Menciptakan institusi-institusi yang bergerak di bidang lingkungan seperti organisasi non pemerintah (NGO) ataupun LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat).

6. Mengadakan kampanye besar-besaran terhadap teknologi tradisional sebagai alternative untuk memperkecil dampak negative terhadap lingkungan.

7. Untuk melihat apa yang dianggap pemerintah atau institusi lainnya menjadi penyebab utama krisis lingkungan, dunia kontemporer Islam menggunakan berbagai dorongan seperti mengadakan penghargaan atas pemeliharaan lingkungan terbaik.

Kesimpulan:

1. Krisis Lingkungan harus dikenali dan dipahami dari sisi spiritual dan keagamaan yang mendalam sebagaimana dampak luar yang terlihat.

2. Menegakkan sudut pandang Islam yang otentik dengan tegas dan jelas tanpa kompromi sehingga membuka mata dunia modern akan pentingnya kesadaran terhadap lingkungan.

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: