Teori Evolusi Charles Darwin
November 1, 2008 at 8:46 am | In Uncategorized | 3 Comments3 Desember, 2007
TEORI EVOLUSI CHARLES DARWIN
Oleh: Drs. Bambang Agus Suripto, SU., M.Sc. (Dosen Fakultas Biologi UGM)
“In 1831 the Englishman set forth on his famous vayage in the Beagle. After 28 years he published Origin of Species, which revolutionized man’s view of nature and his place in it” (Loren C. Elseley, February 1956)
Pendahuluan
Sejak dahulu kala manusia selalu mempertanyakan asal-usul kehidupan dan dirinya. Jawaban sementara atas pertanyaan tersebut ada tiga altenatif, yaitu penciptaan, transformasi, atau evolusi biologi.
Definisi evolusi biologi bermacam-macam tergantung dari aspek biologi yang dikaji. Beberapa definisi yang umum dijumpai di buku-buku biologi, antara lain: evolusi pada makhluk hidup adalah perubahan-perubahan yang dialami makhluk hidup secara perlahan-lahan dalam kurun waktu yang lama dan diturunkan, sehingga lama kelamaan dapat terbentuk species baru: evolusi adalah perubahan frekuensi gen pada populasi dari masa ke masa; dan evolusi adalah perubahan karakter adaptif pada populasi dari masa ke masa. Evolusi telah mempersatukan semua cabang ilmu biologi.
Perubahan pemikiran Harun Yahya tentang Teori Evolusi
November 1, 2008 at 8:11 am | In Uncategorized | 6 CommentsDapat info dari mailinglistnya pak Andya Primanda (pengamat sains).
Beritanya dapat disimak di sini:
http://www.turkishdailynews.com.tr/article.php?enewsid=116328
Magister ICAS Enrollment Program 2009
October 31, 2008 at 9:08 am | In Uncategorized | Leave a CommentThe New Student Registration Program 2009
ICAS-Paramadina Jakarta – Indonesia
Master Degree (MA) of Islamic Philosophy and Islamic Mysticisms
Pre-Registration Requirement:
1.One Copy of Identity Card
2.Color Photo size 2 x 3 and 3 x 4 (@ 6 piece)
3.Copy of Certificate academic (legalized by the university)
4.Copy of Academic Transcript (legalized by the university)
5.To pay the registration and entrance test fee Rp 150.000
6.To fill the pre-registration form and follow the entrance test (Written Test & Interview)
The requirement to study at Preliminary semester:
The new student should pay the for course preliminary semester about Rp 1.500.000 (for tuition fee),
Other informations:
1.The Pre-registration period:
November 1, 2007 – to February 17, 2009
2.The entrance test will be held in ICAS Campus (Pondok Indah Plaza III, Blok F5, Jl. TB.Simatupang, South Jakarta Indonesia):
· Written Test: Thursday, February 19, 2009 at 9.30.am – end.
· Interview: Friday-Saturday, February 20-21, 2009, at 10.00 am – end (The schedule of the interview will be determined by the committee).
3.The announcement of the result of entrance test:
Februari 28, 2009.
4.The Re-registration period of the student who has passed the Entrance Test will be held:
on Februari 28, 2009 – March 10 , 2009.
5.The course start on March 14, 2009.
6.The course will be held at Saturday and Sunday (at 9 am to 5 pm)
7.For more information and detail of the program, please contact:
Islamic College For Advanced Studies (ICAS) Jakarta,
Pondok Indah Plaza III, 3rd floor, blok F-5, T.B Simatupang Street, South Jakarta 12310, Indonesia .
Phone: (021) 765-1534 , Fax. (021) 765-1601.
CP: Mr. Samantho, Mrs.Syaefuddin
E-mail: icas_jakarta@yahoo.co.id, ay_samantho@yahoo.com, ahmadsamantho@gmail.com
Website: http://www.icas-indonesia.org
A RESPONSE TO DR. HAIDAR BAGIR on Darwinisme
October 28, 2008 at 10:18 am | In Artikel: Wawasan | 2 CommentsA RESPONSE TO DR. HAIDAR BAGIR
Sources: www.darwinism-wacth.com
An article by Dr. Haidar Bagir titled “Islam and the Theory of Evolution – A Response to Harun Yahya” has appeared in the magazine Republika, which is published in Indonesia, the country with the world’s largest Muslim population. In this article, dated March 14, 2003, Dr. Bagir criticizes the author’s books and writings on the theory of evolution.
We would first of all like to express our delight that our Muslim brothers in Indonesia have great interest in and support for Harun Yahya’s works. In this way, Indonesian Muslims have once again revealed their enormous sensitivity to matters of faith, the basis of Islam, as well as displaying the exemplary behavior befitting believers.
Dr. Bagir’s article is also a most auspicious development. Even if we do not share the views he expresses, he has become a means whereby this important subject has once again been brought onto the country’s agenda.
Continue reading A RESPONSE TO DR. HAIDAR BAGIR on Darwinisme…
ACRoSS Brainstorming Discussion on Metanexus Research Project
October 20, 2008 at 8:17 am | In Foto-foto Seminar ACRoSS | Leave a CommentMathematicians, psychologist, and philosophers jointly investigative the nature of knowledge understanding
Topics:
Q-1 : What is the foundation on intelligence?
Q-2 : What are the benefits of Logic and other foundation concepts of mathematics for human thinking and flourishing?
Q-3 : How is creatitivity related to Intellligence ?
Planning : Mr. Husain Heriyanto, M.Hum & Mr. Bagus Takwim, M.Psy will writing working papers to lead a deeper discussion & Study of that Topics next (1 November 2008), at Mizan MP Point, Jl. jeruk Purut, Cilandak Jaksel.
KEKUATAN SEBUAH TEORI
October 18, 2008 at 6:10 am | In Artikel: Wawasan | Leave a CommentKEKUATAN SEBUAH TEORI
DIBALIK PERISTIWA KEMERDEKAAN RI — 17 AGUSTUS 1945
(C) 2006—2008 — EE ONE S
BAGIAN PERTAMA
Quote:
Apa pun kata orang atau alasannya, secara implikasi logis kausalitas atau hukum sebab-akibat, seandainya tak ada Albert Einstein, Amerika Serikat tidak atau belum berhasil membuat bom nuklir pada 17 Juli 1945, dan Indonesia mungkin tidak atau belum merdeka pada 17 Agustus 1945. Kemerdekaan Indonesia memang adalah Rahmat Tuhan YME, dan Tuhan memberikan jalannya melalui realisasi Teori Khusus Relativatitas Einstein dalam proyek bom nuklir AS yang membumihanguskan dua kota inti di Jepang, Hiroshima dan Nagasaki, pada 6 dan 9 Agustus 1945, sehingga Jepang bertekuklutut terhadap Sekutu, dan Indonesia Merdeka.
Sains tanpa agama adalah pincang, dan agama tanpa sains adalah buta.
Science without religion is lame, and religion without science is blind.
ALBERT EINSTEIN (1879–1955)
fisikawan dan kosmologiwan
Sains dan Pencarian Makna
September 22, 2008 at 4:04 am | In Seminar-seminar, Uncategorized | Leave a CommentSains dan Pencarian Makna
Menyiasati Konflik Tua antara Sains dan Agama*
Dr. F. Budi Hardiman
Di samping agama dan filsafat, sains merupakan salah satu bentuk pengetahuan manusia yang gigih mencari makna. Mungkin sains tidak menuntaskan banyak misteri kehidupan manusia, seperti misteri asal-usul kehidupan dan misteri kematian, namun langkah-langkah untuk memecahkan enigma-enigma seperti itu tampaknya berjalan progresif dalam sains. Kesan bahwa sains ingin menyaingi agama atau bahkan menggantikannya dalam perannya sebagai juru tafsir dunia cukuplah beralasan. Sains berambisi menjadi sistem pandangan dunia menyeluruh, dan itulah yang terjadi dalam scientism. Di dalam saintisme kesahihan agama dalam memaknai dunia ditolak. Di tengah-tengah dominasi saintistis itu di abad ke-20 terjadi suatu tren yang sebaliknya: Kesahihan sains dalam memaknai dunia juga dipersoalkan.
Secara garis besar ada tiga posisi untuk memahami hubungan antara sains dan agama dalam pencarian makna. Dengan “makna” di sini dimaksudkan terutama ‘kebenaran’. Pertama, sains dan agama memiliki teritorium yang berbeda dalam pencarian makna. Kedua, agama dan sains dapat dibawa ke dalam arena yang sama dalam pencarian makna. Dan ketiga, agama dan sains menerangi realitas yang sama namun dengan perspektif yang berbeda. Dalam tulisan ini saya ingin menunjukkan bagaimana filsafat sains kontemporer bergerak ke posisi kedua dalam pencarian makna. Setelah itu saya ingin memberi evaluasi dengan mempertahankan posisi ketiga.
Beyond Ideology
August 23, 2008 at 3:42 am | In Artikel: Wawasan | Leave a CommentBeyond Ideology
Dipresentasikan oleh E. Sri Mulyati pada kajian buku William Chittick
Science of the Cosmos, Science of the Soul
Salah satu aturan yang dimainkan oleh suatu tradisi intelektual adalah membantu memahami sifat-sifat ideology. Program sosio-politik apapun yang dibangun berdasarkan analisis-analisis tentang human nature (tabiat manusia) saat ini, cenderung rasional-saintifis. Dengan demikian, inilah ideology yang berakar pada teori humanistik-sekular yang tumbuh di masa pencerahan (renaisance). Ini tidak termasuk agama tradisional, yaitu bentuk premodern dari pemikiran religius, meski itu sudah termasuk macam-macam bentuk politisasi keagamaan yang lumpuh bersamaan sebagai fundamentalisme, bahwa mereka mewakili jenis tertentu dari pemikiran modern.
Ideology menyediakan suatu kerangka teoretis bagi seluruh pemikiran politik dan sosial di dunia moderm, jadi tidak bisa terlepas dari pengaruhnya. Tradisi intelektual bisa menyarankan beberapa cara, yang mana kita sebagai individu dapat mengarahkan kedatangannya.
Benturan Peradaban atau Kalkulasi Kepentingan
August 11, 2008 at 6:44 am | In Uncategorized | Leave a CommentWawancara dengan Anies Baswedan:
Benturan Peradaban atau Kalkulasi Kepentingan
Wahyuana
Jakarta – Usianya baru 39 tahun, namun pemikiran Anies Baswedan dianggap begitu berpengaruh, sehingga majalah Foreign Policy menempatkan rektor Universitas Paramadina ini dalam urutan ke 60 dari 100 intelektual top dunia.
Mengkritisi dominasi pendekatan kebudayaan terhadap konflik-konflik Muslim-Barat, ia meyakini bahwa konflik-konflik itu tak dipicu oleh identitas budaya, agama atau peradaban, melainkan oleh sebuah kalkulasi kepentingan. Ia menjelaskan konsep ini ketika diwawancarai oleh jurnalis dari Jakarta, Wahyuana.
Continue reading Benturan Peradaban atau Kalkulasi Kepentingan…
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.
















